Pasangan Calon Partai Golkar Ati Marliati-Sokhidin Diprediksi Unggul di Pilkada Cilegon

 Pasangan Calon Partai Golkar Ati Marliati-Sokhidin Diprediksi Unggul di Pilkada Cilegon

gojakbarnews.com | Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati-Sokhidin diprediksi akan mengungguli Pilkada Cilegon.

Pemerhati Sosial Politik, Abdul Hakim, mengatakan, prediksi kemenangan pasangan Ati-Sokhidin didasari oleh beberapa hal yakni ketokohan, didukung mayoritas partai politik (parpol) pemilik kursi di DPRD Cilegon dan berpengalaman.

Sebagaimana diketahui bahwa pasangan Ati- Sokhidin dengan jargon PAS didukung empat parpol yakni Golkar (10 kursi), Gerindra (6 kursi) Nasdem (4 kursi) dan PKB (1 kursi). Total 21 kursi DPRD Cilegon dari 40 kursi.

“Kita tahu bahwa Ratu Ati adalah mantan kepala Bappeda Cilegon dan pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Cilegon, yang memulai karir dari bawah sebagai guru desa. Predikat sebagai pemimpin berpengalaman melekat pada dirinya,” kata Hakim, yang juga pembina Lembaga Kita Indonesia itu, Selasa (3/11/2020).

Sementara Sokhidin, adalah mantan wakil ketua DPRD Cilegon, memulai karir sebagai anggota Polri, melekat pada dirinya soal ketegasan.

“Perpaduan dua sosok ini mewakili eksekutif dan legislatif, sehingga dinilai akan mampu memimpin Kota Cilegon dengan baik,” jelas Hakim, alumnus Australian National University Canberra ini.

Menurut Hakim, dukungan mayoritas partai politik pemilik kursi di DPRD Kota Cilegon terhadap pasangan Ati-Sokhidin, akan sangat membantu tidak hanya dalam kaitan memenangkan Pilkada tetapi juga ketika sudah terpilih akan membantu memperlancar jalannya pemerintahan.

“Di negara demokrasi laju pemerintahan itu akan tidak pincang karena keterlibatan eksekutif, legislatif dan tentunya yudikatif. Nah pasangan Ratu Ati- Sokhidin ini mencerminkan hal itu,” katanya.

Hakim mengatakan dengan modal pengalaman, dukungan mayoritas parpol dan ketokohan, pasangan Ati-Sokhidin memiliki nilai lebih yang tidak dimiliki oleh pasangan calon lainnya.

Di masa pandemi seperti ini, kata Hakim, masyarakat membutuhkan kepemimpinan yang dapat mengelola harapan publik di tengah situasi yang semakin terpuruk akibat dampak tak terduga baik secara ekonomi maupun sosial dari Covid-19.

Leave a Reply